Produk Natural Nusantara untuk kuda.

Diposting oleh Unknown on Senin, 06 September 2010

Produk - produk Natural Nusantara untuk kuda adalah : VITERNA dan POC NASA.
Kandungan Viterna & POC NASA : 
Protein, mineral, vitamin yang berasal dari bahan-bahan organik/alami, bukan kimia/sintetik.

Cara pemakaian dan dosis : 
Viterna dan POC NASA, masing-masing setengah tutup dicampur pada pakan basah/komboran sebanyak 6-7 kg, diberi setiap hari.
Waktu pemberian : Pagi atau sore hari
Pemberian produk NASA tidak menyebabkan kemajiran/kemandulan atau keguguran.
Untuk kuda yang sedang bunting, pemberian produk NASA dapat diberikan setiap hari selama 4 bulan kebuntingan pertama. Selanjutnya untuk umur kebuntingan 5 bulan sampai melahirkan, produk NASA dapat diberi 3 hari sekali sebagai pakan pelengkap untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada induk kuda.

Keunggulan Produk NASA pada kuda :
  1. Berasal dari bahan alami/organik, bukan dari bahan-bahan kimia atau sintetik
  2. Merupakan pakan tambahan yang berperan sebagai sumber protein, mineral dan vitamin.
  3. Mampu menggantikan pemberian vitamin dan mineral kimia/sintetik
  4. Meningkatkan nafsu makan
  5. Mempercepat adaptasi kuda terhadap pakan, pada saat pertama kali masuk kandang.
  6. Mengurangi kestresan pada kuda, baik pada saat masuk kandang pertama kali, setelah sapi divaksinasi atau saat kuda dalam proses pengobatan
  7. Mempercepat pertumbuhan kuda
  8. Mengurangi bau kotoran
  9. Meningkatkan kesehatan kuda
  10. Meningkatkan kualitas daging kuda dengan warna lebih merah, padat dan rendah lemak.
More aboutProduk Natural Nusantara untuk kuda.

GREENSTAR - Pupuk Organik Serbuk

Diposting oleh Unknown on Minggu, 05 September 2010


GREENSTAR Merupakan Terobosan Teknologi Pupuk Organik Modern Berbentuk Serbuk.


GREENSTAR murni terbuat dari bahan alami dengan fungsi multiguna.
GREENSTAR mengandung Unsur Hara Makro & Mikro lengkap , serta diperkaya dengan hormon/ zat pengatur tumbuh (Giberelin, Sitokinin & Auksin).
Dengan menggunakan GREENSTAR, Pupuk Makro (NPK) bisa diKurangi 25%.
GREENSTAR dapat diAplikasikan pada tanaman semusim, tahunan, tanaman hias & juga pembibitan.
GREENSTAR juga meningkatkan produktivitas secara kuantitas & kualitas dengan tetap manjaga kelestarian lingkungan/tanah (Aspek K-3)
GREENSTAR dikemas unik, aplikasi lebih praktis & superekonomis & didalamnya berisi 3 sachet.


Serbuk GREENSTAR sudah terdiri dari POC Nasa dan Hormonik sehingga lebih mudah dan praktis.
Jika dikirim untuk teman atau untuk konsumen tidak terkendala diformulasi bentuk serbuk sehingga mudah dan praktis, terutama bila kita mengirim teman saudara dan konsumen yang terkendala larangan pengiriman dalam bentuk cair.
Greenstar berguna untuk semua jenis tanaman pangan, buah dan palawija.

More aboutGREENSTAR - Pupuk Organik Serbuk

Menanam Padi di Lahan Pasir

Diposting oleh Unknown on Rabu, 01 September 2010

HASIL RISET 9 TAHUN

MENANAM padi rajalele di lahan pasir? 

Kelihatannya mustahil. Tetapi, ini bisa dilakukan oleh Soemarno
Insinyur Teknik Sipil UII ini menanam padi dengan media pasir. Dan itu sudah dikerjakan di area 500 meter persegi di kawasan Pantai Pandansimo Bantul. Ternyata hasilnya di luar dugaan. Beras jenis rajalele itu hingga sekarang sudah dipanen berkali-kali. Bukan hanya padi yang ditanam di kawasan tersebut. Tapi ada 17 jenis tanaman lain yang dibudidayakan. Termasuk kurma.
Budidaya padi di lahan pesisir ini sudah melalui riset selama 9 tahun dan hasilnya menakjubkan. Sayangnya, penelitian ini tidak banyak diketahui. Padahal ini merupakan salah satu alternatif yang bisa dimanfaatkan masyarakat petani, terutama yang tertarik menggarap lahan pesisir. Sekaligus ini bisa jadi objek wisata lain di kawasan pantai.

Untuk menanam padi dengan media pasir, menurut Soemarno, caranya mudah dan tidak perlu dicampur tanah. Tapi cukup dengan penambahan pupuk khusus untuk lahan pasir. Lahan yang akan digarap terlebih dahulu digali sedalam 30 cm. Kemudian diberi alas plastik agar kebutuhan air bagi tanaman padi tercukupi. Sedangkan untuk pengairan mengunakan pralon.
Selanjutnya pasir diolah dengan menambahkan pupuk dasar yang terdiri dari pupuk soil treatment untuk memperbaiki struktur tanah, pupuk organik dan Zat Perangsang Tumbuh (ZPT). Untuk 1 hektar lahan dibutuhkan 50 Kg pupuk dasar. Setelah itu pasir direndam selama 1 minggu dan siap digunakan sebagai media tanam.
Berbeda dengan menanam padi di sawah pada umumnya, budidaya padi di lahan pasir ini tidak perlu dicangkul maupun di-luku. Meski demikian, padi yang dihasilkan tidak kalah kualitasnya. 
Berdasarkan ujicoba di Pandansimo, produktivitasnya minimal mencapai 7 ton per hektar. Dengan masa tanam selama 4,5 bulan. Padahal rekomendasi dari Departemen Pertanian, produktivitas padi rajalele yang ditanam di Delanggu hanya 3 ton per hektar.
”Lahan pasir untuk tanaman padi rajalele ini suatu fenomena. Karena di lahan seluas 3 hektar itu ada 17 komoditas yang sudah selesai kami teliti,” kata Direktur Indmira Citra Tani Nusantara Ir Soemarno (alm)   di kantornya sekaligus laboratorium di Jalan Kaliurang Km 16,3 Selasa (10/6) lalu. 
Kecuali tanaman padi, ada juga jenis kacang-kacangan, bawang merah, pisang, kelapa sawit, jambu mete, kurma, jeruk sunkist, sawo juga kelengkeng. ”Kami selaku lembaga riset and development tugas kami  melakuan riset by riset. Biar yang menanam nanti masyarakat. Yang kami santunkan untuk masyarakat adalah teknologinya dan manajemen produksi,” tandasnya. Tapi sejauh ini, belum ada petani yang mengembangkan budidaya padi di lahan pasir. Karena itu, apabila ada petani yang berminat mengembangkan hasil penelitian ini, Soemarno siap memberikan pendampingan.
Pengembangan tanaman padi di lahan pasir ini tentu bukannya tanpa kendala. Karena terletak di pinggiran pantai, kendalanya adalah  angin laut yang selalu mengandung uap garam  dan panas terik yang luar biasa. Juga pasir yang pernah direndam air laut selama jutaan tahun sebelumnya. ”Itu yang menjadi kendala teknologi,” ujarnya. Untuk itu perlu menggunakan wind barrier (tanaman cemara laut sebagai pelindung tanaman dari angin dan badai garam).
Hasil penelitian ini rupanya juga menarik perhatian dari berbagai pihak. Tidak terkecuali Menteri Pertanian yang melakukan peninjauan secara langsung di lahan pasir Pantai Pandansimo. Begitu juga masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Soemarno berikut tim penelitinya tentu bangga karena lahan pesisir yang semula gersang sekarang menjadi hutan. Riset yang dilakukan selama 9 tahun itu akhirnya membuahkan hasil. Bukan hanya dari orientasi produksi tapi juga perbaikan ekosistem. Dengan demikian, ini juga bisa dimanfaatkan untuk menambah daya tarik wisata studi.
Lahan yang digunakan untuk media penelitian itu, menurut Soemarno, disewa sejak tahun 1999 hingga 2011 mendatang. Ke depan, lahan itu akan diserahkan ke Pemerintah Daerah. Sebagai tambahan pengunaan pupuk yang digunakan beliau adalah hasil penemuannya dengan merek dagang NASA (Natural Nusantara)
More aboutMenanam Padi di Lahan Pasir

Kandungan Pupuk Organik NASA

Diposting oleh Unknown on Selasa, 31 Agustus 2010

Pupuk organik NASA telah mendapatkan sertifikasi organik oleh DEPTAN dengan analisa Lab. SUCOFINDO.
Kandungan :
  1. N 0.12%, 
  2. P2O5 0.03%, 
  3. K 0.31%, 
  4. Ca 60.40 ppm, 
  5. S 0.12%, 
  6. Mg 16.88 ppm, 
  7. Cl 0.29%, 
  8. Mn 2.46 ppm, 
  9. Fe 12.89 ppm, 
  10. Cu <0.03 ppm, 
  11. Zn 4.71 ppm, 
  12. Na 0.15%, 
  13. B 60.84 ppm, 
  14. Si 0.01%, 
  15. Co <0.05 ppm, 
  16. Al 6.38 ppm, 
  17. NaCl 0.98%, 
  18. Se 0.11 ppm, 
  19. As 0.11 ppm, 
  20. Cr <0.06 ppm, 
  21. Mo <0.2 ppm, 
  22. V <0.04 ppm, 
  23. SO4 0.35%, 
  24. C/N ratio 0.86%, 
  25. ph 7.5, 
  26. Lemak 0.44%, 
  27. Protein 0.72%
Kandungan Lain :
  1. Asam-asam organik (Humat 0,01%, Vulvat, dll)
  2. Zat Perangsang Tumbuh : Auksin, Giberelin, Sitokinin.
PENGENALAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) NASA

Tujuan pengenalan Pupuk Organik Cair NASA adalah mengajak masyarakat petani menuju suatu pertanian yang ekonomis, praktis dan ramah lingkungan.

1. EKONOMIS
Artinya petani sangat diuntungkan secara ekonomi. Dari segi budidaya dapat
dihemat, hasil panen ditingkatkan dan kualitas panen ditingkatkan
, sehingga
harga panen lebih baik, lebih berkualitas dan lebih berguna kalau dikonsumsi
oleh orang yang mengkonsumsi hasil pertanian. Ini maksudnya ekonomis. Jadi
kalau dianalisa, yang jelas petani lebih diuntungkan daripada tidak menggunakan teknologi NASA.

2. PRAKTIS
Artinya teknologi yang disampaikan sangat praktis dan mudah, yaitu hanya
semprot dan siram. Itu teknologi yang sangat sederhana dan mudah dilakukan.
Petani yang sederhana sekalipun mampu melakukan, apalagi petani yang luar biasa
pintar (mungkin terdidik dari segi pertanian).

3. RAMAH LINGKUNGAN
Artinya teknologi yang dipakai NASA ini betul-betul organik dan tidak memberi
efek samping negatif, dari mulai lahan yang ditanami, tanaman yang ditanam,
petani yang menanam, sampai pada orang yang mengkonsumsi hasil pertanian
tersebut. Karena 100 % organik .
KENAPA HAL INI PERLU DISAMPAIKAN ?

Selama ini petani kondisinya sudah sangat terpuruk. Hasil panennya menurun,
harganya hancur, harga pupuk meningkat, dan akhirnya petani menderita. Dan
jeritan petani ini siapa yang peduli ? 
Dan PT. NASA (meskipun masih kecil) mempunyai idealisme, visi dan misi untuk membantu petani.

PETANI DIAJAK BERPIKIR SECARA SEDERHANA
Misalnya: ada sebuah tanaman, untuk tumbuh membutuhkan makan seperti halnya manusia tumbuh membutuhkan makanan. Kalau manusia makan tentu ada nasi, sayuran dan sebagainya. Ahli gizi menyatakan 4 sehat 5 sempurna, yaitu terdiri dari nasi dalam jumlah banyak, sayur-mayur, lauk pauk, buah-buahan dan susu. Jika unsur tersebut dikonsumsi, maka manusia akan sehat dan tumbuh dengan optimal.
Begitu juga dengan tanaman membutuhkan makanan. Sampai detik ini jumlah unsur yang dibutuhkan tanaman ada 90 unsur (didunia pertanian namanya UNSUR HARA) yang diambil dari tanah. Dari 90 unsur hara tersebut, 13 unsur hara wajib ada.
Kalau tidak ada satu saja, maka tanaman ini akan menghadapi masalah. Tanaman akan protes. 
Protesnya tanaman yaitu:
  1.Daunnya menguning
  2.Mudah terserang penyakit
  3.Hasilnya menurun (tidak produktif)
  4.Tumbuh kerdil
  5.Mati
Hal ini disebabkan kekuarangan unsur hara. Ke 13 unsur hara ini di dunia pertanian namanya 13 UNSUR HARA ESENSIAL yang terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
  1. Kelompok Unsur Hara Makro atau dinamakan sebagai nasinya tanaman (ada 6 unsur).
  2. .Kelompok Unsur Hara Mikro atau dinamakan lauk pauknya tanaman (ada 7unsur).
Makro artinya besar (dibutuhan dalam jumlah yang banyak).
Mikro artinya kecil(dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, tetapi wajib ada). Ibarat sebuah mobil yang bannya banyak adalah unsur hara makro (atau nasinya tanaman), sedangkan setir yang jumlahnya hanya satu (sedikit) adalah unsur hara mikro (atau lauk pauknya tanaman).

Nasinya tanaman ada 6 unsur :
  1. Urea (N) kandungan Nitrogennya tinggi ¡¾ 46 %
  2. Pospat (P) = TSP dari batuan pospat C2o5. Kandungan pospatnya ¡¾ 36 %,maka disebut SP36
  3. Kalium (KCL)
  4. Kalsium (dijumpai pada kapur pertanian/dolomit)
  5. Sulfur (belerang)
  6. Magnesium
Keenam unsur ini adalah nasinya tanaman yang dibutuhkan tanaman (dalam jumlah banyak), maka disebut unsur hara makro. Sedangkan lauk pauknya itu ada 7 unsur antara lain Fe, Na, Br, Mg, Zn disebut unsur hara mikro.
Unsur hara mikro ini terdapat pada pupuk organik. Pupuk organik yang selama inidikenal petani adalah pupuk kandang dan pupuk kompos. Ini adalah fakta, bahwa tanaman membutuhkan lauk pauk dan nasi, dimana kalau kita menginginkan hasil panen yang luar biasa maka kedua unsur tersebut harus cukup.

SEJARAH
Sebelum tahun 1969 petani belum mengenal adanya pupuk Urea, Tsp, Kcl. Petani hanya mengenal pupuk kandang dan kompos (yang notabene kaya akan lauk pauk tetapi sedikit nasi ). Sehingga lahan pertanian di Indonesia sebelum tahun 1969 kaya raya lauk pauk tetapi miskin nasi. Sehingga produksi rata-rata ¡¾ 5 ton perhektar padi.
Pada tahun 1969 petani mulai dikenalkan Program Inmas dan Bimas dengan Panca Usaha Tani, ada pestisida, pupuk, benih dan seterusnya. Pad waktu dikenalkan dengan yang namanya urea, Tsp, Kcl (yang notabene adalah nasinya tanaman) sangat susah bagi petani untuk percaya, karena telah terbiasa menggunakan pupuk kandang dan kompos. Di samping itu belum ada yang mencoba dan membuktikan.
Tetapi begitu ada 1 - 2 orang yang mencoba dan hasilnya luar biasa (misalnya dari 5 ton perhektar menjadi 9 ton perhektar), petani akhirnya mulai beramai-ramai memakai pupuk tersebut.

PERUBAHAN BUDAYA PEMUPUKAN
Ketika hasil panen meningkat dari 5 ton menjadi 9 ton, petani tidak menyadari telah terjadi perubahan budaya pemupukan. Petani menganggap pupuk kandang dan pupuk kompos ternyata kalah bagus dengan pupuk pabrik (urea, tsp, kcl).
Besoknya setelah panen, petani menanam lagi, hasilnya 8 - 8,5 ton perhektar, itupun dikatakan bagus (meskipun terjadi penurunan "X" kwintal). Terjadi penurunan "X" kwintal tidak kelihatan. Petani tidak sadar kalau terjadi penurunan ¨X" kwintal. 
Kalau sejak tahun 1969-2003 sudah berapa lama ? 35 tahun!. Kalau 1 tahun petani tanam 3 kali, berarti sudah 105 x tanam. Kalau dikalikan penurunan "X" kwintal, terjadi penurunan 5,1 ton. Kalau yang tadinya 9 ton perhektar turun menjadi 4 ton perhektar, bahkan di bawah garis produksi pada tahun 1969.
Celakanya lagi penggunaan pupuk pabrik tidak diimbangi dengan pupuk organik, berarti tanah susah terurai akhirnya tertingal di lahan. Residu-residu pupuk pabrik ini akan membuat tanah menjadi keras dan bantat. Kalau dulu tahun 1969, kita masuk ke sawah mungkin selutut dalamnya. Tetapi sekarang barangkali hanya setinggi mata kakai. Tanah keras ini susah ditembus oleh akar. Perkembangan akar (airasi=pernapasan) bisa terganggu, karena akar susah berkembang akibat tanah keras. Padahal akar itu ibaratnya mulutnya tanaman. Mulut itu dibumpet, lubang tempat masuknya makanan Cuma sedikit. Kira-kira bisa produktif apa tidak? 
Tentu kurang produksinya.Kemudian karena sifatnya yang kurang organik atau tidak organik, terkadang membuat mikro organisme yang menguntungkan menjadi susah berkembang. Di lahan sawah sekarang jarang ditemukan cacing.

KONDISI TANAH TERBALIK

Kalau dulu sebelum tahun 1999 itu hanya lauk pauk tetapi miskin nasi, sekarang terbalik, hanya kaya nasi tetapi miskin lauk pauk. Itu yang terjadi. Bahkan di harian Kompas edisi September tahun 2000 mengatakan 8 % lahan pertanian Indonesia mengalami pemiskinan unsur hara mikro atau pemiskinan lauk pauk.
Petani kalau menanam pupuknya apa ? 
Tentunya Urea Tsp, Kcl (berarti petani hanya memberi nasi). Nasi saja tidak komplit. Seharusnya nasinya ada 6 unsur, yaitu Urea, Tsp, Kcl, Za (diambil sulfurnya), Kapur (diambil kalsiumnya), pupuk grenbat (diambil Magnesiumnya).
Kalau anak kecil lahir hanya diberi nasi saja, kira-kira bisa sehat apa tidak ?
Tentunya tidak sehat. Itu hanya karbohidrat untuk tenaga, tetapi zat pembangunnya tidak ada. Proteinnya hamper tidak ada. Vitamin sebagai katalisator tubuh juga tidak ada. Mineral dan sebagainya sedikit sekali. Ibarat seperti itu sama dengan tanaman. Pemakaian pupuk pabrik saja tanpa diimbangi pupuk organic tidak akan pernah mencapai 10 ton perhektar padi, bahkan akan terus menurun. Percayalah !! Kami tidak jual POC NASA pertama-tama, tetapi mengajak petani kembali ke ramah lingkungan (jangan hanya menggunakan pupuk pabrik saja). Pupuk pabrik penting, Cuma harus dimbangi dengan pemakaian pupuk organik.

ANJURAN PEMERINTAH
Pemerintah melalui dinas pertanian ingin menyarankan kepada petani supaya
mengembalikan kesuburan tanah seperti tahun 1969. Caranya adalah petani harus memupuk lahannya 20-40 ton perhektar setiap masa tanam. Kira-kira sanggupkah petani ?
Kami sepakat sekali anjuranya luar biasa bagus, tetapi susah dilaksanakan oleh petani. Jangankan 20-40 ton perhektar, barangkali 5 ton saja sudah susah
mendpatkan pupuk kandangnya. Kotoran sapinya mau cari dimana ? Kotoran
kambingnya mau cari dimana ? Kotoran ayamnya mau cari dimana ? Anjuran
pemerintah bagus tetapi tanpa adanya solusi.

KUALITAS PUPUK KANDANG DAN KELEMAHANNYA

Tidak ada yang mampu mengalahkan kualitas pupuk kandang karena buatan Tuhan.
Tetapi bukan berarti pupuk kandang tidak punya kelemahan. Banyak kelemahannya,,secara kualitas sebagai pupuk yang terbaik, tetapi secara teknis kadangkala banyak kelemahannya.
Coba dibayangkan pupuk kandang dari kandang ternak mungkin harganya Rp.
100.000,- per truk, tetapi tidak mungkin kotoran (pupuk kandang) itu naik
sendiri ke truk. Ini harus memakai tenaga orang yang mengangkut (memanggul) ke truk. Ini perlu ongkos. Dari kandang sampai ke lahan misalnya jaraknya 20-30 km perlu transport. Ini juga perlu ongkos. Dan tidak mungkin alat transport langsung terjun ke lahan. Ternyata harus butuh orang yang mengangkat lagi. Ini juga perlu ongkos lagi. Sehingga secara ekonomi hal ini kurang menguntungkan.
Terlalu tinggi ongkosnya buat petani.
Di samping itu keseragaman bongkahan pupuk kandang unsur haranya tidak sama, juga makanan yang di konsumsi oleh ternak itu juga tidak sama. Kalau ternak itu memakan makanan yang bergizi, kotoran yang dihasilkan itu juga luar biasa bagus. 
Nah kalau misalnya ternak Cuma diberi bongkahan ketela saja, tentunya
ternak akan kurus, sehingga kotoran yang keluar juga tidak bagus.
Pupuk kandang juga juga membawa bibit penyakit. Banyak sekali penyakit yang ditularkan dari sapi yang dilepas. Sapi itu mengkonsumsi rumput liar
(biji-bijian bakal tumbuhnya rumput). Ini tidak tercerna oleh usus, akhirnya
keluar lagi dan ketika digunakan sebagai pupuk akhirnya tumbuh gulma dan padi secara bersamaan. Tetapi secara kualitas apapun yang terjadi, suka atau tidak suka, pupuk kandang adalah pupuk yang terbaik, terlepas dari segala
kelemahannya.

ILMUWAN PT. NASA
Keprihatinan ini mengelitik hati ilmuwan NASA Ir. Sumarno. Keprihatinan
kekurangan unsur hara mikro jelas butuh disuplai pupuk kandang dalam jumlah
yang banyak, tetapi tidak mungkin. Akhirnya Ir. Sumarno (dalam penelitian
selama 15 tahun) menemukan formula pupuk organik cair multiguna NASA. Kandungan 1 botol (0,5 liter) POC NASA setara dengan 0,5 ton pupuk kandang mikro (dalam hal lauk pauk) bagi tanaman.
Nasinya bagaimana ? Nasinya tetap ada, tetapi tidak banyak. Sehingga POC NASA ini tetap memerlukan pupuk pabrik (Urea, Tsp, Kcl) tetapi dosisnya boleh
dikurangi sampai 25 -50 % sesuai anjuran pabrik (bukan sesuai kebiasaaan
petani). Kalau pakai standar kebiasaan petani bisa repot. Kalau petani yang
ekonominya agak bawah dosisnya sedikit masih dikurangi lagi. Misal anjuran
pabrik 100 kg, maka petani boleh memakai 75 kg. Jadi POC NASA tetap memerlukan kerjasama dengan pupuk pabrik, sehingga tanaman disuplai nasinya dari pupuk pabrik sedangkan lauknya dari POC NASA.

ASAM HUMAT FULFAT
POC NASA dilengkapi dengan yang namanya Asam Organik Humat Fulfat yang
berfungsi menguraikan sisa-sisa pupuk kimia di lahan yang menyebabkan tanah menjadi keras (bantat) terutama Tsp (F2o5), sehingga bisa terurai. Lahan semakin lama makin gembur dan ini bisa dikonsmsi oleh tanaman lagi. Mungkin saat ini petani memupuk dengan Tsp belum berfungsi (sedikit dicerna oleh tanaman) tetapi setelah diberi POC NASA diam-diam petani mempunyai tabungan di lahan yaitu berupa Tsp yang bisa terserap lagi oleh tanaman. Ini juga meningkatkan senyawa POLIFENOL di dalam tumbuhan. Kalau pada manusia adalah sel darah putih. Jadi misalnya manusia terserang penyakit (misal influaensa) tubuh ini sudah punya pertahanan (tentara yang melawan penyakit) namanya sel darah putih. Tanaman ini juga punya sel darah putih, namanya senyawa Polifenol.
Dengan diberi POC NASA maka senyawa polifenol ditingkatkan, artinya daya tahan tubuh tanaman terhadap penyakit menjadi meningkat.. Kemudian pupuk ini juga dilengkapi dengan Asam amino, protein, mineral, multi vitamin dan sebagainya sehingga bersifat multiguna. Selain untuk tanaman ini juga berfungsi untuk ternak (sapi, kambing, unggas, ikan).

BUKTI PEMAKAIAN POC NASA
Petani yang pernah mencoba POC NASA diberbagai daerah di Indonesia hasil
panennya meningkat (karena fungsinya ditambah), tidak mudah terserang penyakit (karena daya tahan tubuh tanaman ditingkatkan) dan itu sudah banyak bukti (bisa lihat di CD Pertanian)
Bahkan di daerah tertantu sudah banyak yang mem-buktikan menanam pada lahan yang sulit air. Air pada musim kemarau sulit diperoleh, tetapi ada petani yang memakai POC NASA dan Hormonik disemprotkan ke padi, ternyata mampu bertahan hidup bahkan sampai berbuah (meskipun tidak maksimal). Ini menunjukkan kehebatan dari POC NASA dan Hormonik. Masih banyak bukti lainnya, misalnya jagung, semangka, melon tembakau, bawang merah, dan sebagainya. Bahkan POC NASA bisa digunakan pada tanaman di lahan pasir (hasil riset di Pandan Simo). Kita dokumentasikan di CD sebetunya dari orang-orang yang sudah membuktikan kehebatan produk NASA (jadi bukan sebuah rekayasa).
Dan POC NASA sebetulnya sudah dilengkapi dengan zat perangsang tumbuh. Ada sitokinin, auksin, dan giberelin. Tanaman itu selain butuh air nutrisi, unsur
hara, oksigen, matahari juga memerlukan zat perangsang tumbuh. Tetapi jika
petani ingin memaksimalkan, POC NASA mempunyai hormon 100 % organik. Murni Organik. Kalau petani mencari hormon  murni yang organik, harganya tentu mahal.
Tetapi POC NASA ini bukan sintetis, melainkan betul-betul organik.

APLIKASI POC NASA
Aplikasinya atau pemakaiannya mulai disiram pada tanaman, disemprot, bahkan bisa untuk perendam benih padi. Padi yang mau kita tanam bakal buah kita rendam dulu. Itu kalau manusia ibarat embrio (janin bayi yang ada diperut ibu). Janin itu membutuhkan gizi waktu di perut. Benih padi yang mau ditanam direndam dengan air POC NASA. Artinya embrio sudah diberi gizi. Insya Allah nanti waktu dikecambahkan (ditebar) pertumbuhannya bisa seragam dan lebih cepat pertumbuhannya. 
Silakan buktikan !!
Jadi sejak dini sudah mulai diterapkan, sejak lahan uritan, disemprotkan ke
benih sampai pengolahan lahan yang mau ditanam. Kemudian disemprot 3 kali pada umur 15, 25, 40 hari. Itu saja caranya. Hasilnya akan berbeda.

APLIKASI HORMONIKhttp://agennasamagelang.blogspot.com/2010/10/power-nutrition.html
Kalau hormonik lebih tepat disemprotkan. Satu tangki dosisnya rata rata 4 tutup botol POC NASA + 1 tutup botol hormonik.Khusus yang ditambah hormonik bisa disemprotkan.

APLIKASI SUPERNASA
Kemudian kita juga punya SUPERNASA. Ini khusus untuk pengolahan lahan, ini juga setara dengan 1 ton pupuk kandang /kg, hanya kandungan makronya (nasinya) lebih tinggi. Sehingga kalau pengolahan lahan memakai SUPER NASA, pupuk pabriknya boleh dikurangi sampai 50 %. Nasinya lebih tinggi jika dibandingkan POC NASA, lauk pauknya setara dengan 1 ton pupuk kandang.

Kita juga punya Tambak Organik Nusantara. Ini khusus untuk tambak (ikan) yang fugsinya:
  1. Menciptakan pakan alami (plankton, zooplankton, phytoplankton) dari ikan dan udang. Ini bisa ditumbuhkan secara alami dengan baik dengan menggunakan TON.
  2. Menyembuhkan lahan yang sudah kolusif oleh limbah terutama daerah pantai (tambak) yang aliran airnya dari sungai. Sungai sekarang ini banyak dialiri banyak limbah idustri, pestisida, dan sebagainya yang akhirnya bermuara  sampai pantai dan airnya disedot untuk tambak sehingga ikan dan udang banyak yang mati. Contoh di daerah pekalongan. Disana banyak sekali pabrik batik yang kebanyakan limbahnya dibuang kesungai. Akhirnya mengalir ke pantai dan air lautnya dipakai ke tambak. Tambak disana rusak total. Kalau tebar bandeng 2 hari saja banyak yang mati, apalagi udang yang lebih mudah sakit dibandingkan bandeng. Tetapi setelah kita coba dengan menggunakan TON, ternyata udang yang ditebar mampu bertahan sampai 50 % di lahan yang sangat kolusif. Ini membuktikan kerja dari TON. Dan ini sudah banyak bukti petambak yang  menggunakan TON terutama daerah Sulawesi dan Gresik.
Kemudian kita punya produk namanya Viterna (Vitamin untuk Ternak). Ini sudah banyak bukti terutama sapi dan ayam potong. Jadi kalau biasanya 40 hari panen dengan mengunakan Viterna ternyata cukup 35 -37 hari.
         Sisa waktunya berapa kwintal dan berapa ton pakan yang dihemat. Bobot ayam lebih berat. Kualitas ayam potong yang memakai NASA ternyata mendekati ayam  kampung. Pernah dicoba dibawa ke laboratorium UGM ternyata kandungan kolesterolnya turun gajihnya turun tetapi proteinnya naik sampai 2 %. Sudah pernah dibuktikan dengan cara memotong ayam potong yang menggunakan Viterna dan ayam potong yang tidak menggunakan Viterna. Ternyata ayam potong yang menggunakan Viterna mendekati ayam kampung. Selain itu kita mempunyai yang namanya perekat Aero 810. Fungsinya supaya penggunaan sewaktu menyemprot pupuk lebih efektif karena bisa merekat, menempel merata di daun terutama di musim hujan. Kalau mau mencoba anda cari 2 gelas air dan cari daun yang tidak mudah basah. contohnya daun papaya atau daunt alas. Kemudian masukkan jari anda di Aero 810 kemudian dikucek di gelas yang isi air. kemudian ambil daun yang tidak mudah basah. Masukkan ke gelas yang tanpa Aero. Ketika diangkat tetap kering.
         Tapi begitu anda masukkan ke dalam gelas yang berisi Aero akan basah kuyub.
         Kita juga mempunyai pestisida yang bersifat organik. contoh vitura dan virexi adalah spesialis untuk ulat grayak. Ini adalah penyakit yang diberikan ke ulat.
         Sebetulnya dulu di alam sudah ada tetapi karena disemprot pakai pestisida beracun ikut mati. Ilmuwan NASA membudidayakan ini dan ketika disemprotkan maka ulat itu akan terjangkiti penyakit yang susah disembuhkan. Ibarat manusia terkena aids. Terutama virexi untuk petani bawang merah yang paling banyak membutuhkan. Kemudian kita punya Gliocadium. Bagi petani bawang merah, petani cabai, petani tomat yang paling ditakuti adalah penyakit layu. Penyebab layu ini adalah jamur fusarium SP atau jamur psidomunas SP. Sebenarnya secara alami sudah punya musuh namanya gliocadium. Ini juga jamur, tetapi karena petani menggunakan pestisida kimia beracun, jamur ini mati. Yang tumbuh justru jamur yang merugikan. Maka kalau petani menanam bawang merah, cabai maupun tomat, saat pengolahan lahan sebelum tanam gliocadium wajib dipakai. Kalau petani pakai gliocadium minimal tanaman petani bebas dari penyakit layu. Kenapa saat pengolahan lahan, karena saat pengolahan lahan jamur ini akan tumbuh dan akan mengeluarkan gliofirin. Gliofirin ini yang akan membasmi jamur fusarium atau jamur psidomonas. Dia juga mengeluarkan yang namanya feridin. Feridin ini yang akan membunuh bakteri yang tidak menguntungkan. Jadi ada anti biotiknya.
         Sepertinya sudah hokum alam justru makhluk hidup yang merugikan yang tahan terhadap pestisida beracun. Yang menguntungkan justru tidak tahan bahkan mati duluan. Jangan dikira kalau ada cabai layu kemudian disemprot bukannya makin sembuh, makin membudayakan layu lagi. Karena musuh alaminya mati disemprot.
         Kemudian kita punya yang namanya Beuveria Basiana. ini spesialis untuk wereng.
         Ini juga jamur. Disemprotkan disore hari. Ketika werwng itu hinggap atau makan daun padi terkontaminasi dengan Beuveria Basiana hama itu akan diam tidak beraktifitas, tidak mau makan 3 hari mati dan matinya kering karena diserap cairannya oleh jamur ini. Dan ini tidak berbahaya bagi manusia. Kita juga mempunyai yang namanya Pestona. Ini lebih bersifat sebagai pengendali hama.
         Disini sudah terbukti di tanaman tembakau. Ini semua organik sehingga tidak merusak lingkungan, tidak merusak petani, tidak merusak yang mengkonsumsi hasil pertanian. Kalau memakai pestisida organik semua aman. Ada vcd yang kebetulan membuat orang Yogya dpat penghargaan dari FaO (badan Pangan Dunia) judulnya bayang-bayang racun dan daerah yang diambil di Brebes. karena Brebes betul-betul sarat dengan pestisida kimia beracun. Kita di bidang pertanian juga menyediakan benih. Ada benih semangka non biji dan semangka biji, cabai (setara lado), cabai keriting ck 10 (pakai mulsa), ck 11 (pakai mulsa), cabe besar (daerah dingin), cabai sedang, kobis

More aboutKandungan Pupuk Organik NASA

Sekilas Tentang Pupuk Organik

Diposting oleh Unknown on Rabu, 25 Agustus 2010

PUPUK ORGANIK adalah nama kolektif untuk semua jenis bahan organik asal tanaman dan hewan yang dapat dirombak menjadi hara tersedia bagi tanaman. 
Dalam Permentan No.2/Pert/Hk.060/2/2006, tentang pupuk organik dan pembenah tanah, dikemukakan bahwa PUPUK ORGANIK adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.
Definisi tersebut menunjukkan bahwa pupuk organik lebih ditujukan kepada kandungan C-organik atau bahan organik daripada kadar haranya; nilai C-organik itulah yang menjadi pembeda dengan pupuk anorganik. Bila C-organik rendah dan tidak masuk dalam ketentuan pupuk organik maka diklasifikasikan sebagai pembenah tanah organik. Pembenah tanah atau soil ameliorant menurut SK Mentan adalah bahan-bahan sintesis atau alami, organik atau mineral.
Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota. Kompos merupakan produk pembusukan dari limbah tanaman dan hewan hasil perombakan oleh fungi, aktinomiset, dan cacing tanah. 
Pupuk hijau merupakan keseluruhan tanaman hijau maupun hanya bagian dari tanaman seperti sisa batang dan tunggul akar setelah bagian atas tanaman yang hijau digunakan sebagai pakan ternak. 
Sebagai contoh pupuk hijau ini adalah sisa–sisa tanaman, kacang-kacangan, dan tanaman paku air Azolla. Pupuk kandang merupakan kotoran ternak. Limbah ternak merupakan limbah dari rumah potong berupa tulang-tulang, darah, dan sebagainya. 
Limbah industri yang menggunakan bahan pertanian merupakan limbah berasal dari limbah pabrik gula, limbah pengolahan kelapa sawit, penggilingan padi, limbah bumbu masak, dan sebagainya.
More aboutSekilas Tentang Pupuk Organik

Menanam tumbuhan di pasir

Diposting oleh Unknown on Selasa, 24 Agustus 2010

Mungkin bagi sebagian orang sangatlah mustahil, tapi jika kita mau berusaha pasti akan ada jalan keluarnya.
Saya tidak bisa ngomong banyak disini, tapi gambar dibawah ini akan bisa mewakili tulisan saya.
Lihat dengan seksama dan silahkan berkomentar.
Semua tanaman ini ditanam di laboratorium Nasa di daerah pesisir pantai selatan tepatnya di Pandansimo, Yogyakarta dengan media pasir laut yang telah dipupuk dengan pupuk produksi Natural Nusantara.
Silahkan anda lihat kembali dan biarkan anda sendiri yang menentukan :
Apakah Produk Natural Nusantara sangat baik untuk pertanian.....?

Jika anda belum yakin, silahkan anda membuktikan sendiri.

More aboutMenanam tumbuhan di pasir

Budidaya Ikan Kerapu

Diposting oleh Unknown

BUDIDAYA IKAN KERAPU.
Salah satu jenis ikan yang mempunyai potensi untuk dibudidayakan adalah jenis ikan kerapu tikus (Cromileptes altivalis) karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dengan harga Rp.100.000,- - Rp.150.000,- per kilogram bagi ikan kerapu tikus hidup berukuran di atas 300 gram di tingkat pedagang pengumpul. 
LOKASI 
Pemilihan lokasi untuk budidaya ikan kerapu memegang peranan yang sangat penting. Permilihan lokasi yang tepat akan mendukung kesinambungan usaha dan target produksi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih lokasi untuk budidaya ikan kerapu ini adalah faktor resiko seperti keadaan angin dan gelombang, kedalaman perairan, bebas dari bahan pencemar, tidak mengganggu alur pelayaran; faktor kenyamanan seperti dekat dengan prasarana perhubungan darat, pelelangan ikan (sumber pakan), dan pemasok sarana Dan prasarana yang diperlukan (listrik, telpon), dan faktor hidrografi seperti selain harus jernih, bebas dari bahan pencemaran dan bebas dari arus balik, Dan perairannya harus memiliki sifat fisik dan kimia tertentu (kadar garam, oksigen terlarut). 
ANALISIS PRODUKSI 
Kerapu merupakan jenis ikan demersal yang suka hidup di perairan karang, di antara celah-celah karang atau di dalam gua di dasar perairan. Ikan karnivora yang tergolong kurang aktif ini relatif mudah dibudidayakan, karena mempunyai daya adaptasi yang tinggi. Untuk memenuhi permintaan akan ikan kerapu yang terus meningkat, tidak dapat dipenuhi dari hasil penangkapan sehingga usaha budidaya merupakan salah satu peluang usaha yang masih sangat terbuka luas. 
Dikenal 3 jenis ikan kerapu, yaitu kerapu tikus, kerapu macan, dan kerapu lumpur yang telah tersedia dan dikuasai teknologinya. 
Dari ketiga jenis ikan kerapu di atas, untuk pengembangan di Kabupaten Kupang ini disarankan jenis ikan kerapu tikus (Cromileptes altivelis). Hal ini karena harga per kilogramnya jauh lebih mahal dibandingkan dengan kedua jenis kerapu lainnya. 
Di Indonesia, kerapu tikus ini dikenal juga sebagai kerapu bebek atau di dunia perdagangan internsional mendapat julukan sebagai panther fish karena di sekujur tubuhnya dihiasi bintik-bintik kecil bulat berwarna hitam. 
Penyebaran dan Habitat Daerah penyebaran kerapu tikus di mulai dari Afrika Timur sampai Pasifik Barat Daya. Di Indonesia, ikan kerapu banyak ditemukan di perairan Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Pulau Buru, dan Ambon. 
Salah satu indikator adanya kerapu adalah perairan karang. Indonesia memiliki perairan karang yang cukup luas sehingga potensi sumberdaya ikan kerapunya sangat besar. Dalam siklus hidupnya, pada umumnya kerapu muda hidup di perairan karang pantai dengan kedalaman 0,5 ? 3 m, selanjutnya menginjak dewasa beruaya ke perairan yang lebih dalam antara 7 ? 40 m. Telur dan larvanya bersifat pelagis, sedangkan kerapu muda dan dewasa bersifat demersal. 
Habitat favorit larva dan kerapu tikus muda adalah perairan pantai dengan dasar pasir berkarang yang banyak ditumbuhi padang lamun. Parameter-parameter ekonlogis yang cocok untuk pertumbuhan ikan kerapu yaitu temperatur antara 24 ? 310C, salinitas antara 30-33 ppt, kandungan oksigen terlarut > 3,5 ppm dan pH antara 7,8 ? 8. Perairan dengan kondisi seperti ini, pada umumnya terdapat di perairan terumbu karang. Proses Budidaya Budidaya ikan kerapu tikus ini, dapat dilakukan dengan menggunakan bak semen atau pun dengan menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA). 
Untuk keperluan studi ini, dipilih budidaya dengan menggunakan KJA. Budidaya ikan kerapu dalam KJA akan berhasil dengan baik (tumbuh cepat Dan kelangsungan hidup tinggi) apabila pemilihan jenis ikan yang dibudidayakan, ukuran benih yang ditebar dan kepadatan tebaran sesuai. 
Pemilihan Benih Kriteria benih kerapu yang baik, adalah : 
  1. ukurannya seragam, 
  2. bebas penyakit,
  3. gerakan berenang tenang serta tidak membuat gerakan yang tidakberaturan atau gelisah tetapi akan bergerak aktif bila ditangkap, 
  4. respon terhadap pakan baik, warna sisik cerah, mata terang, sisik dan sirip lengkap serta tidak cacat tubuh. 
Penebaran Benih 
Proses penebaran benih sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup benih. Sebelum ditebarkan, perlu diadaptasikan terlebih dahulu panda kondisi lingkungan budidaya. 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam adaptasi ini, adalah : 
  1. Waktu penebaran (sebaikanya pagi atau sore hari, atau saat cuaca teduh) 
  2. Sifat kanibalisme yang cenderung meningkat panda kepadatan yang tinggi
  3. aklimatisasi, terutama suhu dan salinitas. 
Pendederan Benih ikan kerapu ukuran panjang 4 ? 5 cm dari hasil tangkapan maupun dari hasil pembenihan, didederkan terlebih dahulu dalam jaring nylon berukuran 1,5x3x3 m dengan kepadatan 500 ekor. 
Sebulan kemudian, dilakuan grading (pemilahan ukuran) dan pergantian jaring. Ukuran jaringnya tetap, hanya kepadatannya 250 ekor per jaring sampai mencapai ukuran glondongan (20 ? 25 cm atau 100 gram). Setelah itu dipindahkan ke jaring besar ukuran 3x3x3 m dengan kepadatan optimum 500 ekor untuk kemudian dipindahkan ke dalam keramba pembesaran sampai mencapai ukuran konsumsi (500 gram). 
Pakan dan Pemberiannya 
Biaya pakan merupakan biaya operasional terbesar dalam budidaya ikan kerapu dalam KJA. Oleh karena itu, pemilihan jenis pakan harus benar-benar tepat dengan mempertimbangkan kualitas nutrisi, selera ikan dan harganya. Pemberian pakan diusahakan untuk ditebar seluas mungkin, sehingga setiap ikan memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pakan. 
Pada tahap pendederan, pakan diberikan secara ad libitum (sampai kenyang). Sedangkan untuk pembesaran adalah 8-10% dari total berat badan per hari. Pemberian pakan sebaiknya pada pagi dan sore hari. 
Pakan alami dari ikan kerapu adalah ikan rucah (potongan ikan) dari jenis ikan tanjan, tembang, dan lemuru. Benih kerapu yang baru ditebar dapat diberi pakan pelet komersial. Untuk jumlah 1000 ekor ikan dapat diberikan 100 gram pelet per hari. Setelah 3-4 hari, pelet dapat dicampur dengan ikan rucah. 
Produk NASA yang dapat digunakan adalah Viterna dan POC NASA, kedua produk ini dicampur terlebih dahulu menjadi satu. 
Dosis : 1 tutup botol campuran dari 2 produk NASA tersebut dicampurkan pada 1 liter air, kemudian disemprotkan atau direndam pada 5 kg pelet atau pakan ikan kerapu lainnya. Selanjutnya dikeringanginkan secukupnya sekitar 15 menit, kemudian baru pakan atau pelet ditebar di kolam. Pemberian 1 - 2 kali per hari pemberian pada pagi atau sore hari. 
Hama dan Penyakit 
Jenis hama yang potensial mengganggu usaha budidaya ikan kerapu dalam KJA adalah ikan buntal, burung, dan penyu. 
Sedang, jenis penyakit infeksi yang sering menyerang ikan kerapu adalah : 
  1. Penyakit akibat serangan parasit, seperti : parasit crustacea dan flatworm 
  2. Penyakit akibat protozoa, seperti : cryptocariniasis dan broollynelliasis
  3. Penyakit akibat jamur (fungi), seperti : saprolegniasis dan ichthyosporidosis
  4. Penyakit akibat serangan bakteri 
  5. Ppenyakit akibat serangan virus, yaitu VNN (Viral Neorotic Nerveus). 
Panen dan Penanganan Pasca Panen 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan udanntuk menjaga kualitas ikan kerapu yang dibudidayakan dengan KJA, antara lain : penentuan waktu panen, peralatan panen, teknik panen, serta penanganan pasca panen. Watu panen, biasanya ditentukan oleh ukuran permintaan pasar. Ukuran super biasanya berukuran 500 ? 1000 gram dan merupakan ukuran yang mempunyai nilai jual tinggi. Panen sebaiknya dilakukan pada padi atau sore hari sehingga dapat mengurangi stress ikan pada saat panen. Peralatan yang digunakan pada saat panen, berupa : scoop, kerancang, timbangan, alat tulis, perahu, bak pengangkut dan peralatan aerasi. Teknik pemanenan yang dilakukan pada usaha budidaya ikan kerapu dalam KJA dengan metoda panen selektif dan panen total. Panen selektif adalah pemanenan terhadap ikan yang sudah mencapai ukuran tertentu sesuai keinginan pasar terutama pada saat harga tinggi. Sedang panen total adalah pemanenan secara keseluruhan yang biasanya dilakukan bila permintaan pasar sangat besar atau ukuran ikan seluruhnya sudah memenuhi kriteria jual. Penanganan pasca panen yang utama adalah masalah pengangkutan sampai di tempat tujuan. 
Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar kesegaran ikan tetap dalam kondisi baik. Ini dilakukan dengan dua cara yaitu pengangkutan terbuka dan pengangkutan tertutup. Pengangkutan terbuka digunakan untuk jarak angkut dekat atau dengan jalan darat yang waktu angkutnya maksimal hanya 7 jam. Wadah angkutnya berupa drum plastik atau fiberglass yang sudah diisi air laut sebanyak ? sampai 2/3 bagian wadah sesuai jumlah ikan. Suhu laut diusahakan tetap konstan selama perjalanan yaitu 19-210C. Selama pengangkutan air perlu diberi aerasi. 
Kepadatan ikan sekitar 50kg/wadah. Cara pengangkutan yang umum digunakan adalah dengan pengangkutan tertutup Dan umumnya untuk pengangkutan dengan pesawat udara. Untuk itu, 1 kemasan untuk 1 ekor ikan dengan berat rata-rata 500 gam. Konstruksi Keramba Jaring Apung a. Pembuatan Rakit Keramba 1. Rakit Rakit dapat dibuat dari bahan kayu, bambu atau besi yang dilapisi anti karat. Ukuran bingkai rakit biasanya 6 x 6 m atau 8 x 8 m. 2. Pelampung Untuk mengapungkan satu unit rakit, diperlukan pelampung yang berasal dari bahan drum bekas atau drum plastik bervolume 200 liter, styreofoam da drum fiber glass. Kebutuhan pelampung untuk satu unit rakit ukuran 6x6 m yang dibagi 4 bagian diperlukan 8-9 buah pelampung dan 12 buah pelampung untuk rakit berukuran 8x8 m. 3. Pengikat Bahan pengikat rakit bambu dapat digunakan kawat berdiameter 4-5 mm atau tali plastik polyetheline. Rakit yang terbuat dari kayu dan besi, pengikatannya menggunakan baut. 
Untuk mengikat pelampung ke bingkai rakit digunakan tali PE berdiameter 4-6 mm. 4. Jangkar Untuk menahan rakit agar tidak terbawa arus air, digunakan jangkar yang terbuat dari besi atau semen blok. 
Berat dan bentuk jangkar disesuaikan dengan kondisi perairan setempat. Kebutuhan jangkar per unit keramba minimal 4 buah dengan berat 25 - 50 kg yang peletakannya dibuat sedemikian rupa sehingga rakit tetap pada posisinya. 
Tali jangkar yang digunakan adalah tali plastik/PE berdiameter 0,5 ? 1,0 inchi dengan panjang minimal 2 kali kedalaman perairan. b. Pembuatan Jaring 1. Jaring Kantong jaring yang dipergunakan dalam usaha budidaya ikan kerapu, sebaiknya terdiri dari dua bagian, yaitu : (a) Kantong jaring luar yang berfungsi sebagai pelindung ikan dari seranganikan-ikan buas dan hewan air lainnya. Ukuran kantong dan lebar mata jaring untuk kantong jaring luar lenih besar dari kantong jaring dalam (b) Kantong jaring dalam, yang dipergunakan sebagai tempat memelihara ikan. Ukurannya bervariasi dengan pertimbangan banyaknya ikan yang dipelihara dan kemudahan dalam penanganan dan perawatannya. 2. Pemberat Pemberat berfungsi untuk menahan arus dan menjaga jaring agar tetap simetris. Pemberat yang terbuat dari batu, timah atau beton dengan berat 2 ? 5 kg per buah, dipasang pada tiap-tiap sudut keramba/ jaring.  

ANALISIS PASAR 
Potensi dan peluang pasar hasil laut dan ikan cukup baik. Pada tahun 1994, impor dunia hasil perikanan sekitar 52,492 juta ton. Indonesia termasuk peringkat ke-9 untuk ekspor ikan dunia. Permintaan ikan panda tahun 2010diperkirakan akan mencapai 105 juta ton. Di samping itu, peluang dan potensi pasar dalam negeri juga masih baik. 
Total konsumsi ikan dalam negeri tahun 2001 sekitar 46 juta ton dengan konsumsi rata-rata 21.71 kg/kepala/tahun. Dengan elastisitas harga 1.06 berarti permintaan akan ikan tidak akan banyak berubah dengan adanya perubahan harga ikan. Negara yang menjadi tujuan ekspor ikan kerapu adalah Hongkong, Taiwan, Cina, dan Jepang. 
Harga ikan kerapu di tingkat pembudidaya untuk tujuan ekspor telah mencapai US$33 per kilogramnya. Ikan kerapu yang berukuran kecil (4-5 cm) sebagai ikan hias laku dijual dengan harga Rp.7.000/ekor sedang untuk ikan konsumsi dengan ukuran 400-600 gram/ekor laku dijual dengan harga Rp.70.000/kg untuk kerapu macan dan Rp.300.000/kg untuk kerapu bebek atau kerapu tikus (harga tahun 2001). 
Dalam analisis ini, tingkat harga jual digunakan harga pasaran saat ini yaitu sebesar Rp.317,000,- per kilogram untuk jenis ikan kerapu tikus. Dengan tingginya permintaan dan harga jual ikan kerapu, maka usaha budidaya ikan kerapu ini diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkandevisa negara melalui hasil ekspor. 
Perkiraan Modal/Biaya Investasi dan Biaya Produksi Untuk mendirikan usaha/proyek pengembangan usaha budidaya ikan kerapu dengan sistem keramba jaring ikat, dibutuhkan sejumlah dana untuk membiayai investasi dan modal kerja. 
Komponen biaya investasi ini, meliputi : 
a. Pembuatan rakit berukuran 8 x 8 m 
b. Pembuatan waring berukuran 1 x 1 x 1,5 m 
c. Pembuatan jaring ukuran 3 x 3 x 3 m 
d. Pembuatan rumah jaga 
e. Pengadaan sarana kerja 
Sedang untuk modal kerja meliputi : biaya pengadaan benih, pakan, bahan bakar, upah/gaji, dan lain-lain. 

Referensi : LEMBAGA PENELITIAN UNDANA KERJASAMA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN KUPANG DENGAN LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG
More aboutBudidaya Ikan Kerapu

Viterna dan Hormonik Dapat Menekan Kematian Ayam

Diposting oleh Unknown

Awal mula beternak ayam sejak tahun 1991 sampai dengan sekarang. Saat ini saya melakukan ujicoba pada ayam pedaging sejumlah 500 ekor dari 2000 ekor yang saya pelihara dengan menggunakan Viterna dan Hormonik. Produk itu saya berikan pada saat ayam berumur 12 hari dengan dosis 1 botol Viterna dicampur 10 cc Hormonik lalu larutan itu diambil 1 cc/ liter air yang diberikan pada ayam siang dan sore hari.

Pada umur 31 hari, dikarenakan mendekati hari raya di Bali, maka saya memanennya, saat itu berat timbangan ayam rata-rata 1,75 kg. Secara perhitungan memang hasilnya agak lumayan bagus, daripada dulu sebelum menggunakan produk Viterna dan Hormonik. Setelah panen, saya mulai mencoba lagi dari awal (mulai DOC) dengan menggunakan produk dari NASA tersebut. Ayam berjumlah 2100 ekor. Perkembangannya bagus, ayamnya sehat-sehat dan tingkat serangan penyakit serta kematian dapat ditekan. Dulu seumur ayam ini tingkat kematian mencapai sekitar 60 - 70 ekor, sekarang hanya berkisar 20 ekor saja. Setelah mengunakan produk NASA, kematian ayam dapat ditekan.

Dewo
Desa Wonosari Kec. Tabanan Kab. Tabanan - Bali
More aboutViterna dan Hormonik Dapat Menekan Kematian Ayam